LATIHAN REGRESI
ANALISIS REGRESI SEDERHANA
Persamaan Regresi linier Sederhana:
Y = a + bX +
Y = Nilai yang diramalkan
a = Konstanst
b = Koefesien regresi
X = Variabel bebas
= Nilai Residu
Contoh Kasus
Seorang manajer pemasaran akan meneliti apakah terdapat pengaruh iklan terhadap penjualan pada perusahaan-perusahaan di Kota Tangerang, untuk kepentingan penelitian tersebut diambil 8 perusahaan sejenis yang telah melakukan promosi.
Pemecahan:
1. Judul
Pengaruh biaya promosi terhadap penjualan perusahaan.
2. Pertanyaan Penelitian
Apakah terdapat pengaruh positif biaya promosi terhadap penjualan perusahaan ?
3. Hipotesis
Terdapat pengaruh positif biaya promosi terhadap penjualan perusahaan.
Karakteristik Penerimaan Hipotesis
Ho : Tidak terdapat pengaruh positif biaya iklan terhadap penjualan perusahaan.
Ha : Terdapat pengaruh positif biaya iklan terhadap penjualan perusahaan.
Ho diterima Jik
b ≤ 0, t hitung ≤ tabel
Ha diterima Jika
b > 0, t hitung > t tabel.
Sampel yang digunakan
8 perusahaan
Data yang diperoleh
ANALISIS DATA
Persamaan regresi
Nilai Prediksi
Koefesien determinasi
Kesalahan baku estimasi
Kesalahan baku koefesien regresinya
Nilai F hitung
Nilai t hitung
Kesimpulan
PERSAMAAN REGRESI
Jadi, Y= 40,082 + 1,497X+e
NILAI PREDIKSI
Berapa besarnya penjualan jika promosi sebesar 20?
40,082 + (1,497*20)= 70,022
Berapa besarnya penjualan jika promosi sebesar 16?
40,082 + (1,497*16)=64,034
Berapa besarnya penjualan jika promosi sebesar 34?
40,082 + (1,497*34)= 90,98
Berapa besarnya penjualan jika promosi sebesar 23?
40,082 + (1,497*23)= 74,513
Berapa besarnya penjualan jika promosi sebesar 27?
40,082 + (1,497*27)=80,501
Berapa besarnya penjualan jika promosi sebesar 32?
40,082 + (1,497*32)= 87,986
KOEFESIEN DETERMINAN
Koefesien Determinasi Disesuaikan (adjusted)
KESALAHAN BAKU ESTIMASI
Digunakan untuk mengukur tingkat kesalahan dari model regresi yang dibentuk
STANDAR ERROR KOEFISIEN REGRESI
Digunakan untuk mengukur besarnya tingkat kesalahan dari koefesien regresi:
UJI F
Uji F digunakan untuk uji ketepatan model, apakah nilai prediksi mampu menggambarkan kondisi sesungguhnya:
Ho: Diterima jika F hitung F tabel
Ha: Diterima jika F hitung > F tabel
Karena F hitung (17,367) > dari F tabel (5,99) maka persamaan regresi dinyatakan Baik (good of fit).
UJI T
Digunakan untuk mengatahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung.
Ho: Diterima jika t hitung t tabel
Ha: Diterima jika t hitung > t tabel
Karena t hitung (4,167) > dari t tabel (1,943) maka Ha diterima ada pengaruh iklan terhadap penjualan.
KESIMPULA DAN IMPLIKASI
KESIMPULAN
Terdapat pengaruh positif biaya periklanan terhadap volume penjualan.
IMPLIKASI
Sebaiknya perusahaan terus meningkatkan periklanan agar penjualan meningkat.
LATIHAN:
Econometric Views -> Salah satu aplikasi olah data yang berjalan di atas OS Windows
Langkah-Langkah Analisis Data
TAHAP I – PERSIAPAN DATA [TABULASI DATA], jika satuan berbeda maka diperlukan transformasi data untuk menyamakan satuan (logaritma natural (ln)) akan dilakukan pembahasan yang berbeda
TAHAP II – IMPORT DATA KE EVIEWS
Ketika Eviews terbuka, maka akan muncul Workfile create, jika tidak terbuka, klik menu file pada toolbar dan pilih new lalu klik workfile
o Workfile Structure type = menu ini berguna untuk pemilihan jenis data yang digunakan, jika menggunakan data time series maka pilih dated – regular frequency
o Date specification merupakan pilihan spesifik data misal data bulanan (yang digunakan sebagai contoh), pilih monthly
o Ketika periode awal penelitian pada start date yaitu 2013.1 dan end date 2014.11
o Ketik nama workfile pada form WF “bebas” atau “latihan1”
o Klik OK
Cara Menginput data
o Klik variabel secara berurutan sesuai susunan kolom pada excel
o Tekan ctrl dan secara bersama klik
o Klik kanan pada variabel yang diblok lalu pilih open as group
o Muncul jendela group dan copy data sesuai nama variabel
TAHAP III : ESTIMASI MODEL REGRESI LINEAR
o Klik variabel Y
o Tekan tombol ctrl, klik variabel x1 dan x2
o Klik kanan lalu pilih open as equation
Ketika muncul jendela Equation Estimation, pastikan pada form Equation specification tertulis semua variabel dengan urutan Y X1 X2 lalu ketik C yang merupakan persamaan regresi alpha atau coefficient
o Pada estimation settings bagian method pilih Least Squares (NLS dan ARMA)
o Klik OK
INTERPRETASI OUTPUT
TAHAP 1 – UJI F (SIMULTAN)
Uji F merupakan uji statistik yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh seluruh variabel bebas secara bersama-sama (Simultan) terhadap variabel terikat. Pada Eviews, output uji F dapat dilihat pada point 1 yaitu F-statistic dan/atau Prob(F-statistic). F-statistic disebut pula sebagai
Fhitung, sedangkan Prob(F-statistic) disebut pula p-value. Sobat dapat menggunakan keduanya atau salah satunya saja karena jika p-value menyatakan H0 ditolak dan Ha diterima, maka sudah pasti pada uji F-statistic memberikan kesimpulan yang sama. Hipotesis pada Uji F adalah sebagai berikut:
H0 = Tidak signifikan Ha = Signifikan
F-statistic atau Fhitung
Jika sobat menggunakan F-statistic, maka sobat harus membandingkan F-statistic tersebut dengan Ftabel (didapatkan pada Tabel F). Tabel F dapat dilihat pada lampiran buku-buku statistik atau dapat didownload melalui Play Store. Pengambilan keputusan F-statistic adalah sebagai berikut:
Jika Fhitung < Ftabel maka H0 diterima dan Ha ditolak. Jika Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Prob(F-Statistic) atau p-value
Jika sobat menggunakan p-value, maka sobat harus membandingkan p-value dengan tingkat signifikansi atau α (ditentukan oleh peneliti dan pada penelitian ekonomi dan bisnis, umumnya menggunakan α = 5%). Pengambilan keputusan p-value adalah sebagai berikut:
Jika p-value > α, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Jika p-value < α, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Pada contoh ini, p-value < α (0.000000 < 0.05) dengan demikian, H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, DPK dan NPF berpengaruh secara signifikan pada jumlah pembiayaan.
TAHAP 2 – UJI T PARSIAL
t-Statistic atau thitung
Jika sobat menggunakan t-Statistic, maka sobat harus membandingkan t-Statistic tersebut dengan ttabel (didapatkan pada Tabel t). Tabel t dapat dilihat pada lampiran buku-buku statistik atau dapat didownload melalui play store. pengambilan keputusan t-Statistic adalah sebagai berikut:
Jika thitung < ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak. Jika thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Prob. atau p-value
Jika sobat menggunakan p-value, maka sobat harus membandingkan p-value dengan tingkat signigikansi atau α.Pengambilan keputusan p-value adalah sebagai berikut:
Jika p-value > α, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Jika p-value < α, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Pada contoh ini, pertama-tama kita lakukan analisis pada variabel DPK (X1). p-value < α (0.0000 < 0.05), maka H0ditolak dan Ha diterima. Artinya, variabel DPK berpengaruh signifikan terhadap jumlah pembiayaan. Kedua, lakukan analisis pada variabel NPF (X2). p-value < α, maka H0 tidak dapat ditolak ditolak dan Ha ditolak . Artinya, variabel NPF tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah pembiayaan.
TAHAP 3 – KOEFISIEN DETERMINASI
Uji Koefisien determinasi merupakan uji untuk mengetahui berapa besar pengaruh seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Dalam hal ini, PENGARUH DPK DAN NPF TERHADAP JUMLAH PEMBIAYAAN.Output uji koefisien determinasi dapat dilihat pada point 3 yaitu R-squared dan Adjusted R-squared.
Penggunaan Adjusted R-squared dilakukan apabila dalam penelitian model regresi mengalami modifikasi seperti penambahan dan/atau pengurangan variabel bebas (dengan asumsi yang tepat seperti apabila terjadi masalah multikolinearitas dalam model regresi). Sehubungan pada contoh ini model regresi tidak mengalami penambahan dan/atau pengurangan variabel bebas, maka digunakan uji R-squared (R2). Nilai R2 sebesar 0.920690, artinya variasi seluruh variabel bebas dapat mempengaruhi variabel terikat (IHSG) sebesar 92,06%. Sedangkan sisanya sebesar dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.
TAHAP 4 – MODEL REGRESI LINEAR
Yang terakhir adalah menyusun model persamaan regresi linear. Output model regresi pada Eviews dapat dilihat padapoint 4. Model regresi pada penelitian ini dapat disusun menggunakan persamaan regresi berikut:
IHSG = α + β1 DPK + β2 NPF
Lihat output Eviews pada point 4, nilai pada Kolom Coefficient Variable DPK dan NPF secara berturut-turut merupakan nilai β1 dan β2. Sedangkan Variable C (Konstanta) meruapakan nilai α. Sehingga persamaan regresi pada contoh ini dapat disusun sebagai berikut:
F = 61925.21 + 0.527479DPK + 0.070627 NPF
α = 61925.21, artinya apabila DPK dan NPF sebesar 0, maka jumlah pembiayaan sebesar 61925.21
β1 = 0.527479, artinya dengan asumsi NPF tetap, maka setiap peningkatan DPK sebesar 1% akan menaikkan jumlah pembiayaan sebesar 0.527479%. *) Catatan: Tanda negatif pada β1 merupakan arah pengaruh DPK terhadap jumlah pembiayaan. Pada contoh ini, Inflasi berpengaruh positif terhadap pembiayaan dan signifikan pada α = 5%.
β2 = 0.070626, artinya dengan asumsi DPK tetap, maka setiap peningkatan NPF sebesar 1% akan meningkatkan jumlah pembiayaan sebesar 0.070626%. *) Catatan: Tanda positif pada β2 menunjukkan bahwa pada contoh ini NPF berpengaruh positif terhadap jumlah pembiayaan dan signifikan pada α = 5%.
Ekonometrika
Sabtu, 06 Januari 2018
Senin, 01 Januari 2018
Regresi Linier Berganda
Regresi Linier Berganda
·
Satu
peubah respon (endogen)
·
Beberapa
peubah penjelas (eksogen)
·
Dinotasikan
dalam matriks
A.
Asumsi-asumsi pada regresi linier berganda
·
Sama dengan semua asumsi pada regresi linier
sederhana, dengan tambahan:
·
Tidak ada hubungan linier sempurna di antara
dua atau lebih peubah penjelas (eksogen)
·
Dengan terpenuhinya asumsi maka penduga OLS
akan bersifat:
·
Linier: fungsi linier dari peubah respons
(endogen)
·
Tidak bias: nilai harapan penduga adalah nilai
parameter
·
Konsisten: untuk n→∞, penduga
menuju nilai parameter yang sebenarnya, dan ragam penduga →0
·
Ragam yang paling kecil di antara semua penduga
yang mungkin
·
BLUE: Best Linear Unbiased Estimators
B. Goodness
of Fit dari garis Regresi Berganda
·
R2 pada regresi
linier sederhana tidak dapat dipakai untuk membandingkan dua model dengan
jumlah peubah eksogen yang berbeda.
·
Ketika jumlah peubah X ditambah:
§
Proporsi keragaman Y yang terjelaskan oleh X
akan selalu meningkat.
§
R2 akan
selalu meningkat seiring jumlah X, tanpa melihat penting tidaknya
penambahan X dalam model.
§
Digunakan adjusted R2,
§
Adjusted: disesuaikan terhadap jumlah peubah eksogen X
yang digunakan
Dengan
penyesuaian terhadap jumlah peubah eksogen
·
Adjusted R2 dapat
digunakan untuk memilih model mana yang terbaik berdasarkan jumlah peubah
eksogen yang dipakai.
·
Terbaik: Adjusted R2 → 1
C. Beberapa
Uji Hipotesis Pada Regresi Berganda
·
Uji keberartian koefisien secara individu
§ Uji t (sama dengan uji t pada kasus regresi
linier sederhana)
·
Uji keberartian koefisien secara simultan
§
Uji F
·
Uji linear restriction:
§ Uji
hubungan linier antara dua atau lebih koefisien: uji F atau uji Wald
(pengembangan uji t)
·
Uji untuk penambahan atau pengurangan peubah
eksogen
§ Uji F
atau Uji chi square dengan Likelihood Ratio
·
Semua uji merupakan perbandingan dari unrestricted model (menggunakan semua peubah
eksogen) dan restricted model
§ Jika
perbedaan tidak nyata maka restriction tidak berarti secara statistik.
§ Model
unrestricted lebih baik digunakan.
D.
UJI F
¡ Hipotesis nol: restricted model valid
¡ Menduga restricted model dan unrestricted
model
¡ Memperoleh JK Galat untuk restricted model dan
JK Galat untuk unrestricted model, dan menghitung statistik uji F.
¡ JKGR:
JK galat restricted model
¡ JKGU:
JK galat unrestricted model
¡ kU:
jumlah peubah eksogen (termasuk konstanta) pada unrestricted model
¡ kR:
jumlah peubah eksogen (termasuk konstanta) pada restricted model
E. Penggunaan
uji F untuk Uji keberartian koefisien peubah X secara bersama-sama
¡ Uji goodness fit secara keseluruhan
¡ Pada dua model
§ Unrestricted: menggunakan semua peubah eksogen
§ Restricted: hanya menggunakan konstanta (super restricted model)
F.
Interpretasi Koefisien Pada Multiple Regression
Contoh kasus:
·
Observasi
pada 900 karyawan suatu perusahaan
·
Hubungan
antara gaji (wage) dan
§ lama tahun pendidikan (educ),
§ tahun pengalaman kerja (exper),
§ lama tahun bekerja di perusahaan
yang sama (tenure)
G.
Output
Software
Model 1: OLS, using
observations 1-900
Dependent variable: l_WAGE
coefficient std. error
t-ratio p-value
---------------------------------------------------------
const
5.52833 0.112795 49.01
8.70e-256
EDUC
0.0731166 0.00663568 11.02
1.44e-026
EXPER
0.0153578 0.00342531 4.484
8.29e-06
TENURE
0.0129641 0.00263073 4.928
9.90e-07
Mean dependent var 6.786164
S.D. dependent var 0.420312
Sum squared resid 135.2110
S.E. of regression 0.388465
R-squared 0.148647 Adjusted R-squared 0.145797
F(3, 896) 52.14758 P-value(F) 4.53e-31
Log-likelihood -424.0434 Akaike criterion 856.0868
Schwarz criterion 875.2964
Hannan-Quinn 863.4250
Log-likelihood for WAGE = -6531.59
Jumat, 22 Desember 2017
W10: UJI ASUMSI KLASIK (PART 2)
Uji Linearitas
Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan
Pada Eviews Uji Linear dapat dilakukan dengan Ramsey Reset Test
Caranya dengan klik View – Stability Diagnostics => Ramsey Reset Test
Dalam Kotak dialog RESET Specification ketik angka 1 dan klik OK
Cara membaca Uji Linearitas:
Apabila nilai Probability F hitung lebih besar dari tingkat alpha (0.05) maka model regresi memenuhi asumsi linearitas, begitu pula sebaliknya.
Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji model apakah ada korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik ditandai dengan tidak terjadi korelasi linear diantara variabel bebas. Uji multikolinearitas menggunakan VIF (Variance Inflation Factors). Caranya klik View – Coefficient Diagnostics – Variance Inflation Factors.
Cara membaca Uji Multikolinearitas:
Hasil Uji Multikolinearitas dapat dilihat pada tabel kolom Centered VIF.
Nilai VIF (beberapa buku mensyaratkan tidak boleh lebih dari 5 atau tidak boleh lebih dari 10)
Jika nilai VIF di bawah 10 atau di bawah 5 maka model terbebas dari multikolinearitas
Cara mengatasi:
Menggabungkan data time series dan juga cross section
Transformasi variabel
Menghapus atau mengeluarkan variabel bebas yang menjadi penyebab timbulnya multikolinearitas, risikonya jika varaibel yang dikeluarkan penting secara teoritis, maka akan menimbulkan bias spesifikasi
Menambah data jika data yang diolah adalah data sampel. Bukan populasi.
Uji Autokorelasi (1)
Uji ini digunakan untuk analisis regresi linear berganda yang menggunakan data time series untuk mengetahui apakah dalam suatu model terdapat korelasi antara periode t dengan periode t-1.
Uji Autokorelasi (2)
Uji Autokorelasi menggunakan metode Brusch – Godfrey atau LM (Lagrange Multiplier) Test. Cara menggunakan uji autokorelasi di Eviews klik View – Residual Diagnostics – Serial Correlation LM Test. Ketika muncul Lag Specification ketik angka 2 – OK.
Cara membaca Uji Autokorelasi:
Untuk membaca uji autokorelasi maka jika Nilai probability F hitung lebih besar dari tingkat alpha 0,05 maka tidak terjadi autokorelasi, dan sebaliknya.
Uji Kelayakan Model:
Uji F (Kelayakan Model):
Uji keterandalam, kelayakan model untuk mengidentifikasi model regresi yang diestimasi layak atau tidak. Layak yang dimaksud adalah menjelaskan pengaruh – pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Model dikatakan layak jika P-value F-statistic lebih kecil daripada alpha
Uji t (Uji Koefisien Regresi):
Uji t dalam regresi linier untuk menguji apakah parameter (koefisien regresi dan konstanta) yang diduga untuk mengestimasi persamaan regresi sudah merupakan parameter yang tepat atau belum. Jika nilai prob t hitung lebih kecil dari tingkat alpha maka variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikatnya.
Koefisien Determinasi:
Nilai R-Squared ataupun Adjusted R-Squared adalah proporsi pengaruh variabel bebas yang digunakan pada model terhadap variabel terikat.
Setelah melakukan estimasi model regresi linier berganda dilakukan dan diuji pemenuhan syaratnya serta kelayakan modelnya, maka tahap akhir adalah melakukan interpretasi. Interpretasi dilakukan setelah uji asumsi klasik dan uji kelayakan model dilakukan. Mengapa? Karena kedua uji tersebut merupakan syarat minimal bahwa sebuah model regresi linier (OLS) telah layak.
Uji Linearitas
Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan
Pada Eviews Uji Linear dapat dilakukan dengan Ramsey Reset Test
Caranya dengan klik View – Stability Diagnostics => Ramsey Reset Test
Dalam Kotak dialog RESET Specification ketik angka 1 dan klik OK
Cara membaca Uji Linearitas:
Apabila nilai Probability F hitung lebih besar dari tingkat alpha (0.05) maka model regresi memenuhi asumsi linearitas, begitu pula sebaliknya.
Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji model apakah ada korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik ditandai dengan tidak terjadi korelasi linear diantara variabel bebas. Uji multikolinearitas menggunakan VIF (Variance Inflation Factors). Caranya klik View – Coefficient Diagnostics – Variance Inflation Factors.
Cara membaca Uji Multikolinearitas:
Hasil Uji Multikolinearitas dapat dilihat pada tabel kolom Centered VIF.
Nilai VIF (beberapa buku mensyaratkan tidak boleh lebih dari 5 atau tidak boleh lebih dari 10)
Jika nilai VIF di bawah 10 atau di bawah 5 maka model terbebas dari multikolinearitas
Cara mengatasi:
Menggabungkan data time series dan juga cross section
Transformasi variabel
Menghapus atau mengeluarkan variabel bebas yang menjadi penyebab timbulnya multikolinearitas, risikonya jika varaibel yang dikeluarkan penting secara teoritis, maka akan menimbulkan bias spesifikasi
Menambah data jika data yang diolah adalah data sampel. Bukan populasi.
Uji Autokorelasi (1)
Uji ini digunakan untuk analisis regresi linear berganda yang menggunakan data time series untuk mengetahui apakah dalam suatu model terdapat korelasi antara periode t dengan periode t-1.
Uji Autokorelasi (2)
Uji Autokorelasi menggunakan metode Brusch – Godfrey atau LM (Lagrange Multiplier) Test. Cara menggunakan uji autokorelasi di Eviews klik View – Residual Diagnostics – Serial Correlation LM Test. Ketika muncul Lag Specification ketik angka 2 – OK.
Cara membaca Uji Autokorelasi:
Untuk membaca uji autokorelasi maka jika Nilai probability F hitung lebih besar dari tingkat alpha 0,05 maka tidak terjadi autokorelasi, dan sebaliknya.
Uji Kelayakan Model:
Uji F (Kelayakan Model):
Uji keterandalam, kelayakan model untuk mengidentifikasi model regresi yang diestimasi layak atau tidak. Layak yang dimaksud adalah menjelaskan pengaruh – pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Model dikatakan layak jika P-value F-statistic lebih kecil daripada alpha
Uji t (Uji Koefisien Regresi):
Uji t dalam regresi linier untuk menguji apakah parameter (koefisien regresi dan konstanta) yang diduga untuk mengestimasi persamaan regresi sudah merupakan parameter yang tepat atau belum. Jika nilai prob t hitung lebih kecil dari tingkat alpha maka variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikatnya.
Koefisien Determinasi:
Nilai R-Squared ataupun Adjusted R-Squared adalah proporsi pengaruh variabel bebas yang digunakan pada model terhadap variabel terikat.
Setelah melakukan estimasi model regresi linier berganda dilakukan dan diuji pemenuhan syaratnya serta kelayakan modelnya, maka tahap akhir adalah melakukan interpretasi. Interpretasi dilakukan setelah uji asumsi klasik dan uji kelayakan model dilakukan. Mengapa? Karena kedua uji tersebut merupakan syarat minimal bahwa sebuah model regresi linier (OLS) telah layak.
W9 UJI ASUMSI KLASIK
Penggunaan model regresi OLS mensyaratkan pemenuhan beberpa aumsi (asumsi klasik – GAUSS – MARKOV). Jika asumsi terpenuhi maka parameter yang diperoleh dengan OLS adalah bersifat BEST LINIER UNBLASED ESTIMATOR (BLUE). Pada praktiknya satu atau lebih asumsi tersbut tidak dapat dipenuhi, pelanggaran asumsi klasik yang sering terjadi yakni AUTOKORELASI, HETEROKEDASTISITAS DAN MULTIKOLINEARITAS.
Persyaratan statistik yang harus dipenuhi pada analisis regresi linear berganda yang berbasis Ordinary Least Square (OLS). Analisis Regresi yang tidak berbasis OLS tidak memerlukan uji asumsi klasik (eg regresi logistik atau regresi ordinal). Analisis regresi sederhana tidak memerlukan uji multikolinearitas dan analisis regresi dengan data cross sectional tidak memerlukan uji autokorelasi.
5 UJI ASUMSI KLASIK
NORMALITAS
MULTIKOLINEARITAS
HETEROSKEDASTISITAS
AUTOKORELASI
LINEARITAS
Melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik memiliki nilai residual yang terdistribusi normal.
Melihat ada atau tidaknya korelasi yang tinggi antar variabel – variabel beas dalam suatu model regresi.
Melihat apakah terdapat ketidaksamaan varians dari residual satu ke pengamatan ke pengamatan yang lain.
Melihat apakah terjadi korelasi antara suatu periode t dengan periode sebelumnya (t-a).
Melihat model yang dibangun memliki hubungan yang linear atau tidak.
Model regresi lienar berganda (multiple regression) dapat disebut sebagai model yang baik jika model tersebut memenuhi kriteria BLUE (Best Linear Unbiased Estimator). Kriteria BLUE dipenuhi jika 5 uji asumsi klasik dipenuhi. Contoh aplikasi yang digunakan adalah kasus permintaan ayam di AS selama periode 1960 – 1982 (Gujarati)
Variabel yang digunakan adalah:
Y = Konsumsi Ayam per kapita
X1 = Pendapatan riil per kapita
X2 = harga ayam eceran riil per unit
X3 = harga babi eceran riil per unit
X4 = harga sapi eceran riil per unit
TEORI yang digunakan adalah teori ekonomi mikro dimana permintaan suatu barang dipengaruhi oleh pendapatan konsumen, harga barang itu sendiri, harga barang substitusi dan harga barang komplementer.
Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan pada nilai residual. Model regresi yang baik adalah yang memiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Pengertian normal secara sederhana, dianalogikan dengan sebuah jelas. Dalam suatu kelas reguler sebagian besar siswanya memiliki yang IQ dibawah rata – rata, maka jumlah mahasiswa pintarnya akan sedikit. Jika kelas tersebut IQ keseluruhan di bawah rata – rata maka itu tidak normal dan disebut Sekolah Luar Biasa. Pengamatan data normal akan memberikan nilai ekstrim rendah dan ekstrim tinggi yang sedikit dan kebanyakan mengumpul di tengah.
Cara yang sering digunakan dalam menentukan apakah suatu model berdistribusi normal atau tidak hanya dengan melihat pada histogram residual apakah memiliki bentuk seperti “lonceng”atau tidak. Cara ini menjadi fatal karena pengambilan keputusan data berdistribusi normal atau tidak hanya berpatok pada pengamatan gambar saja. Dalam Eviews, uji Normalias dapat dilakukan dengan uji Jerque-Bera (JB-Test), Caranya pada jendela equation, klik View, klik Residual Diagnostics, lalu klik Histogram – Normality Test. Setelah itu jendela Equation akan otomatis berUbah menjadi output Histogram Normality Test.
Pengambilan Keputusan:
Untuk mengambil keputusan, fokuslah pada Jerque-Bera dan Probability. Tips nya begini, Penelitian Ekonomi dan Bisnis pada umumnya menggunakan α=0.05 (5%), jika probability < α, maka data tidak berdistribusi normal. Jika probability > α, maka data berdistribusi normal. Pada tutorial kali ini, data penelitian karena 0.05. Maka H0 ditolak atau diterima?
Apa yang dilakukan jika Uji tidak terpenuhi?
Melakukan transformasi data
Melakukan trimming data outliers
Menambah data observasi
Uji Heteroskedastisitas
Untuk Uji Heteroskedastisitas, seperti halnya uji Normalitas, cara yang sering digunakan dalam menentukan apakah suatu model terbebas dari masalah heteroskedastisitas atau tidak hanya dengan melihat pada Scatter Plot dan dilihat apakah residual memiliki pola tertentu atau tidak. Cara ini menjadi fatal karena pengambilan keputusan apakah suatu model terbebas dari masalah heteroskedastisitas atau tidak hanya berpatok pada pengamatan gambar saja tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pada jendela equation, klik View; Klik Residual Diagnostics; Klik Heteroskedasticity Tests…; Muncul jendela Heteroskedasticity Tests, pilih Test type. Eviews menyediakan berbagai macam pilihan. Pada tutorial kali ini, kami menggunakan Uji Glejser, maka pilih Glejser; Terakhir, klik OK. Lalu jendela equation akan memperlihatkan output uji heteroskedastisitas
Pengambilan Keputusan
Untuk mengambil keputusan hasil uji heteroskedastisitas, fokus terhadap bagian F-statistic dan Obs * R-squared. Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan caramembandingkan Prob. F atau Prob. Chi-Square dengan α. Jika Prob. Chi-Square < α, maka terjadi gejala heteroskedastisitas, sebaliknya jika Prob. Chi-Square > α, maka tidak terjadi gejala heteroskedastisitas (homoskedastisitas). Pada data excel, dapat disimpulkan atau tidak terjadi/terjadi gejala heteroskedastisitas. Karena 0.05 transformasi data ke dalam bentuk logaritma, jika seluruh data bernilai positif.
Penggunaan model regresi OLS mensyaratkan pemenuhan beberpa aumsi (asumsi klasik – GAUSS – MARKOV). Jika asumsi terpenuhi maka parameter yang diperoleh dengan OLS adalah bersifat BEST LINIER UNBLASED ESTIMATOR (BLUE). Pada praktiknya satu atau lebih asumsi tersbut tidak dapat dipenuhi, pelanggaran asumsi klasik yang sering terjadi yakni AUTOKORELASI, HETEROKEDASTISITAS DAN MULTIKOLINEARITAS.
Persyaratan statistik yang harus dipenuhi pada analisis regresi linear berganda yang berbasis Ordinary Least Square (OLS). Analisis Regresi yang tidak berbasis OLS tidak memerlukan uji asumsi klasik (eg regresi logistik atau regresi ordinal). Analisis regresi sederhana tidak memerlukan uji multikolinearitas dan analisis regresi dengan data cross sectional tidak memerlukan uji autokorelasi.
5 UJI ASUMSI KLASIK
NORMALITAS
MULTIKOLINEARITAS
HETEROSKEDASTISITAS
AUTOKORELASI
LINEARITAS
Melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik memiliki nilai residual yang terdistribusi normal.
Melihat ada atau tidaknya korelasi yang tinggi antar variabel – variabel beas dalam suatu model regresi.
Melihat apakah terdapat ketidaksamaan varians dari residual satu ke pengamatan ke pengamatan yang lain.
Melihat apakah terjadi korelasi antara suatu periode t dengan periode sebelumnya (t-a).
Melihat model yang dibangun memliki hubungan yang linear atau tidak.
Model regresi lienar berganda (multiple regression) dapat disebut sebagai model yang baik jika model tersebut memenuhi kriteria BLUE (Best Linear Unbiased Estimator). Kriteria BLUE dipenuhi jika 5 uji asumsi klasik dipenuhi. Contoh aplikasi yang digunakan adalah kasus permintaan ayam di AS selama periode 1960 – 1982 (Gujarati)
Variabel yang digunakan adalah:
Y = Konsumsi Ayam per kapita
X1 = Pendapatan riil per kapita
X2 = harga ayam eceran riil per unit
X3 = harga babi eceran riil per unit
X4 = harga sapi eceran riil per unit
TEORI yang digunakan adalah teori ekonomi mikro dimana permintaan suatu barang dipengaruhi oleh pendapatan konsumen, harga barang itu sendiri, harga barang substitusi dan harga barang komplementer.
Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan pada nilai residual. Model regresi yang baik adalah yang memiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Pengertian normal secara sederhana, dianalogikan dengan sebuah jelas. Dalam suatu kelas reguler sebagian besar siswanya memiliki yang IQ dibawah rata – rata, maka jumlah mahasiswa pintarnya akan sedikit. Jika kelas tersebut IQ keseluruhan di bawah rata – rata maka itu tidak normal dan disebut Sekolah Luar Biasa. Pengamatan data normal akan memberikan nilai ekstrim rendah dan ekstrim tinggi yang sedikit dan kebanyakan mengumpul di tengah.
Cara yang sering digunakan dalam menentukan apakah suatu model berdistribusi normal atau tidak hanya dengan melihat pada histogram residual apakah memiliki bentuk seperti “lonceng”atau tidak. Cara ini menjadi fatal karena pengambilan keputusan data berdistribusi normal atau tidak hanya berpatok pada pengamatan gambar saja. Dalam Eviews, uji Normalias dapat dilakukan dengan uji Jerque-Bera (JB-Test), Caranya pada jendela equation, klik View, klik Residual Diagnostics, lalu klik Histogram – Normality Test. Setelah itu jendela Equation akan otomatis berUbah menjadi output Histogram Normality Test.
Pengambilan Keputusan:
Untuk mengambil keputusan, fokuslah pada Jerque-Bera dan Probability. Tips nya begini, Penelitian Ekonomi dan Bisnis pada umumnya menggunakan α=0.05 (5%), jika probability < α, maka data tidak berdistribusi normal. Jika probability > α, maka data berdistribusi normal. Pada tutorial kali ini, data penelitian karena 0.05. Maka H0 ditolak atau diterima?
Apa yang dilakukan jika Uji tidak terpenuhi?
Melakukan transformasi data
Melakukan trimming data outliers
Menambah data observasi
Uji Heteroskedastisitas
Untuk Uji Heteroskedastisitas, seperti halnya uji Normalitas, cara yang sering digunakan dalam menentukan apakah suatu model terbebas dari masalah heteroskedastisitas atau tidak hanya dengan melihat pada Scatter Plot dan dilihat apakah residual memiliki pola tertentu atau tidak. Cara ini menjadi fatal karena pengambilan keputusan apakah suatu model terbebas dari masalah heteroskedastisitas atau tidak hanya berpatok pada pengamatan gambar saja tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pada jendela equation, klik View; Klik Residual Diagnostics; Klik Heteroskedasticity Tests…; Muncul jendela Heteroskedasticity Tests, pilih Test type. Eviews menyediakan berbagai macam pilihan. Pada tutorial kali ini, kami menggunakan Uji Glejser, maka pilih Glejser; Terakhir, klik OK. Lalu jendela equation akan memperlihatkan output uji heteroskedastisitas
Pengambilan Keputusan
Untuk mengambil keputusan hasil uji heteroskedastisitas, fokus terhadap bagian F-statistic dan Obs * R-squared. Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan caramembandingkan Prob. F atau Prob. Chi-Square dengan α. Jika Prob. Chi-Square < α, maka terjadi gejala heteroskedastisitas, sebaliknya jika Prob. Chi-Square > α, maka tidak terjadi gejala heteroskedastisitas (homoskedastisitas). Pada data excel, dapat disimpulkan atau tidak terjadi/terjadi gejala heteroskedastisitas. Karena 0.05 transformasi data ke dalam bentuk logaritma, jika seluruh data bernilai positif.
Kamis, 23 November 2017
INTERPRESTASI HASIL OUTPUT
Interprestasi
Hasil Output
|
Variable
|
Coefficient
|
Std. Error
|
t-Statistic
|
Prob.
|
|
C
|
36.30322
|
3.867471
|
9.386812
|
0.0000
|
|
X1
|
0.002101
|
0.003190
|
0.658788
|
0.5184
|
|
X2
|
-0.636353
|
0.164748
|
-3.862585
|
0.0011
|
|
X3
|
0.217663
|
0.058102
|
3.746221
|
0.0015
|
|
X4
|
0.097555
|
0.041223
|
2.366548
|
0.0294
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
R-squared
|
0.939196
|
Mean
dependent var
|
39.71304
|
|
|
Adjusted R-squared
|
0.925683
|
S.D.
dependent var
|
7.449668
|
|
|
S.E. of regression
|
2.030858
|
Akaike
info criterion
|
4.444454
|
|
|
Sum squared resid
|
74.23895
|
Schwarz
criterion
|
4.691301
|
|
|
Log likelihood
|
-46.11123
|
Hannan-Quinn
criter.
|
4.506536
|
|
|
F-statistic
|
69.50775
|
Durbin-Watson
stat
|
1.387410
|
|
|
Prob(F-statistic)
|
0.000000
|
|||
Hasil analisis di atas dilakukan
menggunakan program Eviews 8 dengan menghasilkan model estimasi. Terlihat dari
hasil analisis di atas, terdapat beberapa hal dari hasil analisis yang saya
rincikan sebagai berikut:
1. Dependent
variabel: Y. Menjelaskan bahwa dalam penelitian ini menggunakan Y
sebagai variabel dependenpen atau terikat.
2.
Method:
Panel Least Square. Menjelaskan metode yang digunakan untuk analisis,
yang mana panel least square adalah fixed effect model.
3.
Sample: 1960
– 1982. Menunjukkan series waktu yang digunakan dalam kajian.
4.
Periods
included: 23. Merupakan banyaknya/lamanya/series tahun dalam
penelitian.
Pengujian Terhadap Koefisien Regresi Secara Parsial
(Uji t):
Analisis ini digunakan untuk
mengukur kekuatan dua variabel atau lebih dan juga menunjukan arah hubungan
antara variabel dependen dengan
variabel independen. Adapun rumus dari regresi linier berganda (multiple
linier regresion) secara umum adalah:
Y= a + b1 X1
+ b2 X2 + b3 X3 + b4 X4 + e
Analisis regresi linier digunakan dalam penelitian ini
dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel bebas. Uji
statistik t menunjukkan seberapa jauh satu variabel independen secara
individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Terdapat dua cara untuk
melihat hal tersebut:
- Jika Prob. > ɑ (5%), maka H0 diterima;
- Sebaliknya, pabila Prob < 0,05 maka tolak H0
Catatan:
H0 = variabel independen tidak mempengaruhi
variabel dependen.
H1 = variabel independen mempengaruhi
variabel dependen.
Berdasarkan hasil Uji t, maka pengambilan keputusannya
adalah sebagai berikut:
1. Pengujian terhadap variabel X1 :
Hipotesis
pertama menyebutkan bahwa X1 tidak berpengaruh signifikan terhadap
Y. Berdasarkan hasil perhitungan data menggunakan program Eview 8. diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,5184. Ini
berarti keputusan tolak H1dan terima H0,
artinya X1 berpengaruh signifikan terhadap Y karena nilai
signifikansi lebih besar dari 0,05
dengan arah hubungan positif.
2.
Pengujian terhadap variabel X2 :
Hipotesis kedua menyebutkan bahwa X2
berpengaruh signifikan dan positif terhadap Y. Berdasarkan hasil perhitungan
data menggunakan program Eviews8. diperoleh
hasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,0011. Ini
berarti keputusan tolak H0
dan terima H1, artinya X2 berpengaruh signifikan
terhadap Y karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 dengan arah hubungan
negatif.
3. Pengujian terhadap variabel X3 :
Hipotesis ketiga yang menyebutkan
bahwa X3 tidak berpengaruh signifikan terhadap Y. Berdasarkan hasil perhitungan data
menggunakan program Eview 8. diperoleh
hasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0.0015. Ini
berarti keputusan yang diambil adalah terima H3 dan tolak H0
artinya X3 berpengaruh signifikan positif terhadap Y karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 dengan arah hubungan positif.
4. Pengujian terhadap variabel X4 :
Hipotesis ketiga yang menyebutkan
bahwa X4 tidak berpengaruh signifikan terhadap Y. Berdasarkan hasil perhitungan data
menggunakan program Eview 8. diperoleh
hasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0.0294. Ini
berarti keputusan yang diambil adalah terima H4
dan tolak H0
artinya X4 berpengaruh signifikan positif terhadap Y karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 dengan arah
hubungan positif.
Berdasarkan hasil pengujian dengan
metode regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel-variabel
independen (X1, X2, X3 dan X4)
terhadap variabel dependen (Y) maka dapat disusun sebuah persamaan sebagai
berikut :
Y = C(1) + C(2)*X1 + C(3)*X2 + C(4)*X3 + C(5)*X4
Y = 36.3032186495 + 0.00210145736311*X1 - 0.636353436773*X2 +
0.217662563342*X3 + 0.097555258358*X4
Hasil tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
- Koefisien regresi X1 adalah sebesar 0.0021 yang berarti bahwa setiap peningkatan X1 sebesar 1% akan menaikan Y sebanyak 0.0021% dengan asumsi variabel lain konstan, begitu juga sebaliknya.
- Koefisien regresi X2 adalah sebesar – 0.6363 yang berarti bahwa setiap peningkatan X2 sebesar 1% akan menurunkan Y sebanyak 0.6363% dengan asumsi variabel lain konstan, begitu juga sebaliknya.
- Koefisien regresi X3 adalah sebesar 0.2176 yang berarti bahwa setiap peningkatan nilai tukar sebesar 1% akan menaikkan Y sebanyak 0.2176% dengan asumsi variabel lain konstan, begitu juga sebaliknya
- Koefisien regresi X4 adalah sebesar 0.0975 yang berarti bahwa setiap peningkatan nilai tukar sebesar 1% akan menaikkan Y sebanyak 0.0975% dengan asumsi variabel lain konstan, begitu juga sebaliknya
Pengujian Terhadap Koefisien Regresi Secara Simultan
(Uji F) :
Pengujian hipotesis uji F digunakan
untuk melihat apakah secara keseluruhan variabel bebas mempunyai pengaruh yang
bermakna terhadap variabel terikat.
Hasil pengolahan data terlihat bahwa
variabel independen (X1, X2, X3 dan X4)
signifikansi F hitung sebesar 69.50775 dengan
tingkat signifikansi yang lebih kecil (0,00000) dari 0,05. Dengan demikian
hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama
variabel independen (X1, X2, X3 dan X4)
berpengaruh terhadap Y. Dengan demikian hipotesis pertama (H1) dalam
penelitian ini dapat diterima.
Koefisien Determiasi
Berganda :
Nilai koefisien determinasi berganda dalam eviews 8 sama seperti
halnya dengan aplikasi lainnya yaitu di beri label R-Square. Dalam tabel diatas
dapat dilihat bahwa R- Square sebesar 0.939196 yang
berarti sekumpulan variabel devendent di dalam model dapat menjelaskan variabel
indevendent sebesar 93.9196%. sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain
diluar model yang tidak diteliti.
Adjusted R
Square :
Nilai adjusted R Square artinya nilai R Square yang telah
terkoreksi oleh nilai standar error. Dalam tabel diatas adjuster R Square
sebesar 0.925683. sedangkan nilai standart error
model regresi 2.030858 ditunjukkan dengan label S.E Of regression. Nilai standar
error ini lebih besar dari pada nilai standart deviasi variabel indevendent
yang dijuntukkan dengan label “S.D. dependent var” yaitu sebesar 7.449668 yang
diartikan bahwa model regresi tidak valid sebagai model devendent variabel.
Langganan:
Komentar (Atom)